Senin, 17 Oktober 2011

Terapi Olahraga untuk Penderita Skoliosis

Skoliosis bukan hanya membuat postur tubuh tampak tak elok. Kelainan tulang belakang ini juga bisa mendatangkan nyeri buat penderitanya. Namun, terapi olahraga bisa mengoreksi kemiringan tulang belakang itu.

Berasal dari bahasa Yunani, skoliosis berarti kondisi yang membengkok. Skoliosis adalah kondisi medis seseorang dengan tulang punggung yang membengkok dari satu sisi ke sisi lain. Tulang bengkok itu ada yang berbentuk huruf S, ada pula yang berbentuk C.

Diagnosis skoliosis dilakukan dengan meminta pasien membungkuk. Dari situ dokter akan melihat dan mencari adakah tonjolan tak simetris di punggung. Bisa juga dilakukan dengan menyuruh pasien tidur telungkup. Dokter akan meraba tiap tulang dan menandainya. Dari situ akan kelihatan ketidaksimetrisan tulang.

Tulang punggung yang bengkok ini bisa terjadi karena berbagai hal. Mulai dari kecelakaan, infeksi tulang, osteoporosis, hingga faktor keturunan. Kaki tak sama panjang juga bisa jadi penyebab skoliosis.

Keadaan skoliosis ini bisa dinilai dengan sudut Cobbs. Skoliosis disebut ringan bila kemiringannya kurang dari 10 derajat. Antara 10 hingga 40 sudut Cobbs, kasus skoliosis dinilai sedang. Di atas 40 derajat, keadaan skoliosis itu termasuk berat.

Meskipun masih ringan, sebaiknya skoliosis cepat ditangani. Makin dini ditangani, hasilnya akan makin baik.

Skoliosis ringan memberi dampak estetika yang kurang baik. Selain itu, kelainan ini juga bisa memberi efek nyeri di pinggang atau bagian tubuh lain. Kasus skoliosis berat bahkan mungkin menyebabkan penurunan kapasitas paru-paru, membuat sesak napas karena paru-paru tidak simetris, menekan jantung, dan membatasi aktivitas fisik.

Banyak disebutkan bahwa berenang adalah terapi untuk skoliosis. Berenang adalah olahraga simetris yang melatih bagian tubuh kanan dan kiri sama kuatnya. Padahal, pada kasus skoliosis miring ke kiri, berarti sisi tubuh bagian kiri lebih kuat daripada kanan. Seakan-akan otot lebih banyak di sisi kiri dibandingkan dengan di sisi kanan.

Dengan terapi olahraga, skoliosis ditangani dengan latihan asimetris. Latihan asimetris artinya, bagian otot yang lemah dikuatkan dan dipanjangkan, sehingga akhirnya bisa menjadi sama kuat dan simetris.

Tarik Lumbal ke Kanan
Gerakan ini disesuaikan dengan kasus skoliosis. Tarik lumbal ke kanan dan tahan selama 8 hitungan. Ulangi hingga tiga kali.















Neck Stretching
Angkat dagu dan tahan 8 hitungan. Lalu ganti turunkan dagu dan tahan 8 hitungan. Tengok ke kanan tahan 8 hitungan. Lakukan 8 hitungan juga untuk tengok kiri.
















Chin Glide
Panjangkan dagu lalu tarik ke dalam. Tahan 8 hitungan.

 


Naikkan Bahu
Gerakan ini dilakukan sesuai dengan kasus kemiringan skoliosis. Untuk kasus ini, bahu kiri dinaikkan ke atas, sedangkan bahu kanan diturunkan. Tahan selama 8 hitungan dan ulangi hingga tiga kali.














Tarik Leher ke Kanan
Gerakan ini disesuaikan dengan kasus yang dialami. Tarik leher ke kanan dan tahan selama 8 hitungan.
Ulangi gerakan ini hingga tiga kali.



Torso Rotasi ke Kiri 
Gerakan ini disesuaikan dengan kasus skoliosis. Tarik lengan kanan ke samping lalu tahan selama 8 hitungan.

 

Pelvis Rotasi ke Kiri
Gerakan ini dilakukan sesuai dengan kasus yang dialami. Lakukan gerakan ini dan tahan selama 8 hitungan.

 



Plane
Gerakkan ini juga disesuaikan dengan kasus yang dialami. Siapkan matras. Bersiap dengan posisi seperti bayi merangkak di atas matras. Perlahan naikkan tangan kiri ke atas lalu naikkan kaki kanan. Tahan selama 8 hitungan. Lakukan hingga tiga kali.



Pose Kucing
Masih merangkak di atas matras, masukkan perut ke dalam lalu naikkan tulang belakang. Tahan selama 8 hitungan. Lakukan hingga tiga kali. 



Sumber: http://cybermed.cbn.net.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar